Sabtu, 29 Agustus 2015

Brand Sebelum Branding





Obrolan ringan yang berarkhir serius, dan ditulis dalam cerita sederhana. Brand memang sangat asyik dibicarakan dengan pemula-pemula yang membangun impian. Mengulas brand dari berbagai sudut pandang yang teoritis sampai pada yang bisa ditemukan dilapangan. Kadang harus mulai dengan memperdebatkan bukti dan usaha yang dapat dilakukan secara nyata. Karena brand bukan sekedar tampil beda.

Dari beberapa obrolan yang saya ingat, mengenai brand itu saya analogikan sebagai Tumbuhan (Pohon) yang memiliki cerita panjang dalam hidupnya. Ambil saja contoh Pohon Mangga. Saya tidak pernah tau pasti kalau pohon itu tidak berbuah, dan saya tidak berani bilang kalau itu buahnya manis sebelum membuktikannya.

Pohon Mangga (Brand) yang ditanam Paman (Pemilik) akan berbuah lebat dan manis itu tergantung pemeliharaannya. Bibit tumbuhan Mangga yang ditanam dirawat dengan cinta. Dengan perasaan senang setiap hari, sampai tumbuh besar. Menyiram setiap hari, memupuk pada saat yang tepat, memangkas yang tidak diperlukan, dan mempelajari semua aspek untuk menghasilkan buah yang manis.

Ketika pohon sudah berbuah, Paman tidak lantas menjadi puas. Buah mangga yang matang dibagikan ketetangga-tetangganya. Alhasil semua tetangga sangat senang, karena selain keramahannya Paman dipuji karena hasil panen mangganya yang manis.

Dari cerita singkat nan sederhana, dapat disimpulkan bahwa Brand bukan cuma soal penampilan namun lebih pada apa yang ingin ditampilkan. Bukan berarti penampilan itu tidak perlu diperhatikan, malah harus bersinergi antara elemen yang satu dengan yang lainnya. Untuk menghasilkan bentuk yang harmonis antara apa yang dapat dilihat dengan kasat mata dan yang tidak dapat dilihat dengan kasatmata. Seperti, rasa, bau, pendengaran, raba yang dapat disimpulkan dalam Panca Indra.

Memiliki brand impian dapat dilakukan oleh siapapun, kapanpun, dimanapun. Brand itu lahir, hidup, bahkan bisa mati juga seperti mahluk hidup. Namun brand akan hidup abadi dalam jiwa yang dirawat dengan baik.



oleh : Pageh Putu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar